Kamis, 12 November 2009

Sang Pengecut..

Aku tau..
Terlalu pengecut untuk memulai sesuatu yang baru..
Terlalu naif..
Tetap percaya yang terdahulu tetaplah sesuatu yang terbaik..


Kini,malu jadi mauku..
Tak ada guna penyesalan dan rasa sakit itu..
Akan tetap tersimpan rapi dan terasa..
Sepanjang masa kenangan itu dikenang..


Benci..
Muak..
Rasa itu masih tetap ada dan tak memudar..
Dan Entah sampai kapan kan hilang sempurna...


Malu ku tuk berjanji pada hati..
Bahwa tegar kan selalu jadi cover terbaik diri...
Tapi nyata...tameng itu semakin melemah...

Jangan

Ku ingin pergi dan menghilang..
Secepat nyanyian angin..
Tuk bekukan luka yang sakitnya masih terus mengalir..

Niatku...berlari dari mimpi...
Yang nyatanya sama..
Tentangmu..
Aku bosan !!

Jangan datang lagi..
Jikalah kau merasa terluka..
Jangan cari aku lagi..
Jika kau akan merasa kecewa karenanya..

Percayaku musnah..
Tuk sekedar buang waktu percaya akan dusta..
Yang hanya jadikanku puing-puing tak bermakna..

Kepalsuan....??? ya !! memang itulah qmu !!

palsu..
mungkin hanya itu kata-kata yang tepat buat qmu..

munafik..
walau terasa pedih saat kuucap,tetap tak sebanding dengan lukaku..

sadis..

sok suci..
seakan dosa terkecil tak pernah menyentuhmu..

karena kau hanya seonggok kepalsuan yang dibalut dengan kata-kata manis....

Rabu, 11 November 2009

Sahabat

Untuk kesekian kalinya,jantungku kembali berdegup tak menentu...
Rasa lelah,kecewa,marah,sedih dan nelangsa meradang dalam benakku...
Sesak dada ini seketika menahan ledakan yang tak kunjung terluapkankan..
Dan seperti biasa,akhirnya semua ini harus kutelan sendiri..

Sahabat...dimana keberadaan kalian sekarang ?
Disaat seperti ini aku sangat butuh kalian untuk berbagi..
Bukankah kalian dulu selalu lapang menampung segala kisahku ?

Ingin rasanya aku membantah semua dugaan yang menghimpit logika...
Tuk menyangkal kemungkinan pahit..
Bahwa kalian menginggalkanku sendirian dalam kubangan masalahku..
Dan mencoba untuk tak membayangkan...
Hadirnya kalian hanya saat tawa tanpa beban hiasi hariku..

Sahabat...
Begitu hebatnya rinduku pada kalian...
Pada kebersamaan kita dulu..

Kalian selalu mampu mendengarkan lagu hatiku..
Dan sealu menyanyikannya kembali disaat aku lupa akan baitnya..

Sejujurnya aku tak pernah mampu untuk kehilangan kalian...

Selasa, 10 November 2009

Pilihan...

Aq berusaha imbangi langkahmu...
Tergopoh-gopoh ku coba temukan arahmu yang semakin memudar...

Hingga terhimpit pada dua pilihan..
Jalan mana ?
Memilih lepas atau tetap bertahan dengan angan datangnya perubahan...

Tak mampu ku gerakkan kaki hanya untuk sekedar melangkah kearah senja..
Serasa kau akari jiwaku dan membelenggunya tanpa ampun..

Sampai hanya untuk bernapas pun ku enggan...
Takut kan membuatmu luka...